Singgung Mikel Arteta, PSIM Yogyakarta Resmi Pertahankan Jean-Paul Van Gastel

2 days ago 21

Liputan6.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta mulai menunjukkan keseriusannya membangun proyek jangka panjang di level tertinggi sepak bola Indonesia. Langkah terbaru mereka ditandai dengan keputusan mempertahankan Jean-Paul Van Gastel sebagai pelatih kepala untuk musim depan.

Manajemen PSIM secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak Van Gastel pada Sabtu (23/5) pagi. Pelatih asal Belanda itu akan tetap memimpin Laskar Mataram mengarungi kompetisi Super League 2026/27.

Keputusan tersebut tidak lepas dari performa kompetitif PSIM pada musim comeback mereka di kasta tertinggi. Sebagai tim promosi, PSIM mampu tampil cukup stabil dan mengakhiri musim di papan tengah klasemen.

Selain faktor hasil, identitas permainan juga menjadi pertimbangan penting bagi manajemen klub. PSIM dinilai mulai memiliki karakter bermain yang jelas di bawah sentuhan Jean-Paul Van Gastel.

Van Gastel Dinilai Cocok dengan Proyek Jangka Panjang PSIM

Manajemen PSIM menilai Jean-Paul Van Gastel berhasil membawa perubahan signifikan terhadap cara bermain tim sepanjang musim 2025/26. Laskar Mataram tampil lebih berani memainkan sepak bola menyerang dengan pendekatan penguasaan bola.

General Manager PSIM Yogyakarta, Steven Sunny, menegaskan bahwa keputusan mempertahankan Van Gastel diambil setelah melalui proses evaluasi menyeluruh. Menurutnya, pelatih berusia 54 tahun itu sangat sesuai dengan arah pembangunan klub.

“Coach Van Gastel sudah membuktikan kapasitasnya sepanjang musim ini. Yang terpenting, tim ini konsisten menunjukkan identitas permainan menyerang dan penguasaan bola dari awal hingga akhir musim," kata Steven Sunny.

"Membangun skuad yang kuat dan berkelanjutan juga tidak bisa dilakukan secara instan, semua membutuhkan proses yang terus berkembang. Karena itu, coach Van Gastel adalah sosok yang sangat tepat untuk melanjutkan fondasi ini,” kata Steven Sunny.

PSIM Belajar dari Mikel Arteta

PSIM menyadari bahwa persaingan Super League musim depan diperkirakan akan semakin ketat. Karena itu, manajemen tidak ingin terburu-buru memasang target muluk tanpa fondasi yang benar-benar kuat.

Steven Sunny menegaskan bahwa fokus utama klub saat ini adalah membangun kualitas tim secara bertahap. Konsistensi performa dianggap lebih penting dibanding sekadar mengejar hasil instan dalam satu musim.

PSIM bahkan menjadikan sejumlah proyek klub Eropa sebagai referensi dalam membangun tim jangka panjang. Salah satunya adalah sukses Arsenal juara Premier League 2025/2026 bersama Mikel Arteta.

“Kami belajar dari banyak klub luar negeri, seperti Arsenal bersama Mikel Arteta, bahwa kesuksesan membutuhkan waktu, proses, dan fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan utama,” ucap Sunny.

Sumber: I.League

Update Persaingan Juara BRI Super League: Persib dan Borneo FC Berebut Trofi

Read Entire Article
Bisnis | Football |