Sunderland vs Chelsea: The Black Cats Bekuk The Blues untuk Lolos ke Kompetisi Eropa

2 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Sunderland memastikan akhir musim Liga Inggris 2025/2026 dengan cara sempurna setelah menundukkan Chelsea 2-1 di Stadium of Light, Minggu (24/5) malam WIB. Kemenangan ini membawa The Black Cats finis di posisi ketujuh sekaligus mengamankan tiket ke Liga Europa musim depan.

Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Sunderland. Klub asal Wearside itu akhirnya kembali tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak tahun 1973. Mereka juga menjadi tim promosi pertama sejak Wolverhampton Wanderers pada musim 2018/2019 yang berhasil lolos ke Liga Europa di musim pertama setelah naik ke Premier League.

Sunderland sebenarnya datang ke laga terakhir musim ini dengan peluang tipis untuk merebut tiket Eropa. Mereka wajib menang sambil berharap Chelsea terpeleset. Dukungan publik tuan rumah pun membuat pasukan Regis Le Bris tampil agresif sejak awal pertandingan.

Chelsea sempat membuka ancaman lewat pergerakan Cole Palmer dan Enzo Le Fee, tetapi justru Sunderland yang mampu mengendalikan permainan. Tekanan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25.

Berawal dari bola liar di dalam kotak penalti, Trai Hume dengan cepat menyambar bola melalui tendangan voli yang gagal dihentikan Robert Sanchez. Gol tersebut membuat Stadium of Light bergemuruh sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah.

Chelsea yang tengah berada dalam tekanan mencoba bangkit sebelum jeda. Peluang terbaik mereka hadir lewat sundulan Joao Pedro, tetapi arah bola masih melenceng dari sasaran.

Babak Kedua Sunderland vs Chelsea

Memasuki babak kedua, Sunderland tetap tampil menyerang demi memastikan kemenangan. Brian Brobbey hampir menggandakan keunggulan ketika berhadapan satu lawan satu dengan Sanchez, namun kiper Chelsea itu masih mampu melakukan penyelamatan penting.

Gol kedua Sunderland akhirnya hadir beberapa menit kemudian dengan sedikit keberuntungan. Umpan tarik Brobbey justru mengenai Malo Gusto dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat Chelsea berada di ambang kegagalan tampil di Eropa musim depan.

The Blues sempat memberi harapan setelah Cole Palmer mengakhiri puasa golnya dalam 14 pertandingan lewat tembakan mendatar yang menaklukkan Robin Roefs pada menit ke-69.

Namun momentum Chelsea tidak bertahan lama. Wesley Fofana harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Wilson Isidor. Bermain dengan 10 orang membuat tim tamu kesulitan mengejar ketertinggalan. Sunderland sebenarnya memiliki peluang memperbesar keunggulan lewat Habib Diarra, tetapi peluang emas di depan gawang gagal dimanfaatkan dengan baik. Meski demikian, tuan rumah tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan ini menjadi penutup luar biasa bagi Sunderland yang kembali ke kasta tertinggi musim ini. Mereka menutup kompetisi dengan catatan tak terkalahkan dalam empat laga terakhir dan memastikan diri tampil di Liga Europa musim depan. Sebaliknya, Chelsea harus menerima kenyataan pahit usai finis di peringkat ke-10 klasemen akhir Premier League. Juara bertahan UEFA Conference League itu dipastikan absen dari seluruh kompetisi Eropa musim depan. Musim mengecewakan tersebut juga menjadi akhir era Calum McFarlane di Stamford Bridge. Posisi pelatih Chelsea selanjutnya akan diisi oleh Xabi Alonso, yang kini menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan The Blues ke papan atas Inggris.

Read Entire Article
Bisnis | Football |