Tarian Jerman Memporak-porandakan Curacao di Piala Dunia 2026

2 days ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Jerman identik dengan mesin, reputasi yang tercipta karena keunggulan teknik dan berkualitasnya peralatan hasil produksi negara tersebut. Status tersebut turut tercermin pada timnas sepak bola yang mendapat julukan Der Panzer.

Namun, pemandangan berbeda terlihat pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 Jerman vs Curacao di Houston Stadium, Senin (15/6/2026) dini hari WIB.

Kehadiran pemain dengan skill tinggi membuat permainan anak asuh Julian Nagelsmann lebih indah, mirip negara-negara yang lebih mengedepankan pendekatan bakat seperti Brasil, Argentina, atau Spanyol.

Bola 1-2 atau umpan tumit dikeluarkan demi menembus lini belakang lawan. Sementara Jamal Musiala, Florian Wirtz, hingga Leroy Sane menari menghindari terjangan bek Curacao. 

Gol Felix Nmecha ('6) terjadi lewat kolaborasi apik bersama Wirtz. Nmecha lalu berdansa hingga memaksa Riechedly Bazoer melakukan pelanggaran di area terlarang. Kai Havertz ('45+5)maju sebagai algojo dan menunaikan tugasnya mengeksekusi penalti.

Curacao sebelumnya sempat mengejutkan dengan menyamakan kedudukan lewat Livano Comenencia ('21). Namun, Nico Schlotterbeck ('38) membawa Jerman kembali memimpin.

Musiala mempertegas dominasi Jerman dua menit selepas jeda setelah meneruskan terobosan Joshua Kimmich. Nathaniel Brown ('68) kemudian menuntaskan umpan akrobatik Deniz Undav.

Kerja sama apik Kimmich dan kawan-kawan selanjutnya berbuah gol Undav ('78), dengan Havertz ('88) mencatatkan nama untuk kali kedua jelang pertandingan berakhir.

Jerman sebenarnya bisa menang lebih besar dan sempat tampil layaknya latihan menembak. Mereka pada akhirnya harus puas menang 7-1.

Perubahan Wajah Jerman

Perubahan gaya bermain Jerman mulai terlihat ketika Jurgen Klinsmann dipercaya sebagai nakhoda untuk Piala Dunia 2006. Diteruskan Joachim Low, gaya bermain Die Mannschaft menjadi lebih enak dilihat.

Transformasi tersebut berbuah manis di lapangan. Jerman menduduki peringkat tiga Piala Dunia 2006 dan 2010. Mereka juga menjadi runner-up Euro 2008, serta mencapai semifinal edisi 2012 dan 2016.

Namun, akumulasi gaya tersebut adalah kesuksesan merebut gelar Piala Dunia 2014. Ironisnya, prestasi ini diraih di Brasil, negara yang identik dengan permainan cantik.

Jerman mengalami stagnasi pada akhir kepemimpinan Low, sehingga tersingkir cepat di Piala Dunia 2018 dan Euro 2020. Hansi Flick coba mengembalikan aura Jerman ketika mengambil tongkat estafet, tapi gagal melakukannya. Kini tugas menjadi tanggung jawab Nagelsmann.

Kemenangan meyakinkan atas Curacao tidak akan dianggap hal besar karena Jerman memang seharusnya memetik tiga angka. Ujian lebih menantang akan hadir saat bersua dua rival lain di Grup E Piala Dunia 2026: Pantai Gading dan Ekuador.

Setidaknya, perfoma di laga pembuka jadi modal berharga bagi Die Mannschaft dalam perburuan gelar kelima.

Susunan Pemain Jerman vs Curacao

Jerman (4-2-3-1): Neuer; Kimmich, Tah, Schlotterbeck, Brown; Pavlovic, Nmecha; Sane, Musiala, Wirtz; Havertz

Curacao (4-2-3-1): Room; Floranus, Bazoer, Obispo, Fonville; Comenencia, Leandro Bacuna; Hansen, Chong Juninho Bacuna; Locadia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Jerman, Sang Raja Gol Piala Dunia

Read Entire Article
Bisnis | Football |