Liputan6.com, Jakarta Harga emas perhiasan hari ini, Selasa 5 Agustus 2025, menunjukkan fluktuasi yang dinamis di pasaran. Data terbaru dari Laku Emas dan Raja Emas Indonesia memperlihatkan adanya variasi harga yang signifikan, terutama untuk emas perhiasan 24 karat.
Dinamika harga emas perhiasan hari ini tidak hanya dipengaruhi oleh nilai emas murni itu sendiri, tetapi juga oleh berbagai faktor lain seperti kemurnian karat, berat, hingga kondisi pasar global. Para investor dan pembeli perhiasan perlu memahami aspek-aspek ini untuk membuat keputusan yang tepat.
Informasi terkini mengenai Harga Emas Perhiasan Hari Ini menjadi krusial bagi masyarakat yang ingin berinvestasi atau membeli perhiasan. Fluktuasi harga yang terjadi setiap hari bahkan setiap minggu, menuntut pemantauan yang cermat terhadap data dari sumber terpercaya.
Pada Selasa 5 Agustus 2025, dua penyedia utama, Laku Emas dan Raja Emas Indonesia, merilis data terbaru mengenai harga emas perhiasan. Laku Emas mencatat harga emas perhiasan 24 karat (99%) berada di angka Rp 1.503.000 per gram, turun dibandingkan kemarin.
Sementara itu, Raja Emas Indonesia melaporkan harga emas perhiasan 24 karat terpantau juga lebih murah, yakni Rp 1.705.000 per gram. Perbedaan harga ini menunjukkan variasi kebijakan penetapan harga di antara penyedia.
Update Harga Emas Perhiasan dari Laku Emas dan Raja Emas Indonesia
Berikut adalah rincian harga emas perhiasan untuk berbagai kadar karat dari kedua sumber tersebut:
Harga Emas Perhiasan Laku Emas (5 Agustus 2025)
- Emas perhiasan 24 karat (99%): Rp 1.503.000 per gram
- 23K Rp. 1.333.000
- 22K Rp. 1.278.000
- 21K Rp. 1.223.000
- 20K Rp. 1.164.000
- 19K Rp. 1.104.000
- 18K Rp. 1.044.000
- 17K Rp. 984.000
- 16K Rp. 925.000
- 15K Rp. 865.000
- 14K Rp. 807.000
- 13K Rp. 751.000
- 12K Rp. 691.000
- 11K Rp. 631.000
- 10K Rp. 574.000
- 9K Rp. 514.000
Harga Emas Perhiasan Raja Emas Indonesia (5 Agustus 2025)
- Emas perhiasan 24 karat: Rp 1.705.000 per gram
- K24 Rp 1.595.000
- K23 Rp 1.409.000
- K22 Rp 1.348.000
- K21 Rp 1.287.000
- K20 Rp 1.226.000
- K19 Rp 1.164.000
- K18 Rp 1.104.000
- K17 Rp 1.042.000
- K16 Rp 980.000
- K15 Rp 920.000
- K14 Rp 858.000
- K13 Rp 796.000
- K12 Rp 736.000
- K11 Rp 675.000
- K10 Rp 613.000
- K9 Rp 553.000
- K8 Rp 492.000
- K7 Rp 430.000
- K6 Rp 370.000
- K5 Rp 308.000
Faktor-Faktor Utama yang Pengaruhi Harga Emas Perhiasan
Fluktuasi harga emas perhiasan tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh serangkaian faktor kompleks. Memahami faktor-faktor ini penting bagi konsumen dan investor untuk memprediksi pergerakan harga dan membuat keputusan yang cerdas.
Aspek-aspek seperti kemurnian emas, berat, kondisi pasar global, hingga detail desain, semuanya berkontribusi pada penetapan Harga Emas Perhiasan Hari Ini. Setiap elemen memiliki peran penting dalam menentukan nilai akhir sebuah perhiasan.
Kemurnian Emas (Karat)
Kemurnian emas, yang diukur dalam karat (K), adalah faktor fundamental dalam menentukan harga emas perhiasan. Karat menunjukkan proporsi emas murni dalam sebuah perhiasan, di mana emas murni 24K terlalu lunak untuk dijadikan perhiasan dan biasanya dicampur dengan logam lain.
Semakin tinggi kadar karat suatu perhiasan, semakin besar pula kandungan emas murninya, sehingga nilainya pun akan lebih tinggi. Sebagai contoh, emas 18K yang mengandung 75% emas murni akan memiliki harga lebih tinggi dibandingkan emas 14K yang hanya memiliki 58,3% emas murni.
Berat Emas
Berat perhiasan emas, yang umumnya diukur dalam gram, juga menjadi penentu harga yang signifikan. Semakin berat suatu perhiasan, semakin banyak pula kandungan emas yang ada di dalamnya, yang secara langsung berkorelasi dengan harganya.
Oleh karena itu, dua perhiasan dengan karat yang sama namun berat berbeda akan memiliki harga yang berbeda pula. Perhitungan harga emas perhiasan seringkali dimulai dari harga per gram dikalikan dengan total berat perhiasan tersebut.
Faktor Berikutnya
Kondisi Pasar Global
Harga emas perhiasan sangat sensitif terhadap dinamika pasar global, termasuk penawaran dan permintaan serta sentimen investasi. Ketika terjadi ketidakpastian ekonomi atau inflasi, permintaan terhadap emas cenderung meningkat, mendorong kenaikan harga.
Emas sering dianggap sebagai aset safe haven, sehingga harganya cenderung menguat saat kondisi politik dan ekonomi global memburuk. Selain itu, kurs Dolar Amerika Serikat dan harga emas dunia juga menjadi indikator penting yang memengaruhi harga emas perhiasan di pasar domestik.
Desain dan Pengerjaan (Craftsmanship)
Kerumitan desain dan kualitas pengerjaan (craftsmanship) perhiasan emas dapat memengaruhi harganya secara signifikan. Perhiasan dengan detail yang rumit, penataan permata yang presisi, atau elemen artistik yang unik biasanya memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Perhiasan yang dibuat secara manual atau handmade seringkali dihargai lebih mahal karena melibatkan waktu, tenaga, dan keterampilan tinggi dari pengrajin. Aspek ini menambah nilai seni dan eksklusivitas pada sebuah perhiasan.
Tambahan Batu Permata atau Berlian
Perhiasan yang dilengkapi dengan batu permata, berlian, atau mutiara akan memiliki harga yang bervariasi tergantung pada jenis dan kualitas dekorator tersebut. Nilai batu permata atau berlian ditentukan oleh faktor seperti karat, warna, kejernihan, dan potongan.
Penambahan elemen-elemen ini dapat secara substansial meningkatkan harga keseluruhan perhiasan. Pembeli perlu memperhatikan sertifikasi untuk memastikan keaslian dan kualitas batu permata yang tersemat.
Selanjutnya
Hallmarks dan Branding
Tanda keaslian (hallmarks) dan merek (branding) merupakan indikator penting dari keaslian dan kualitas perhiasan emas. Hallmarks menunjukkan kemurnian emas, identitas produsen, dan negara asal, yang dapat menambah kepercayaan dan nilai perhiasan.
Merek-merek perhiasan ternama dengan reputasi baik juga dapat memengaruhi harga, seringkali menetapkan harga premium karena kualitas terjamin dan desain eksklusif. Ini mencerminkan nilai tambah dari sebuah merek.
Biaya Pembuatan dan Operasional
Biaya pembuatan perhiasan, baik secara manual maupun menggunakan mesin, berkontribusi pada harga akhir produk. Semakin rumit desain dan proses pembuatannya, semakin tinggi pula biaya produksi yang harus ditanggung.
Selain itu, pajak dan biaya operasional bisnis seperti biaya sewa toko, gaji karyawan, dan promosi juga turut memengaruhi penetapan harga jual. Semua komponen ini diakumulasikan untuk menentukan harga emas perhiasan yang sampai ke tangan konsumen.
Kondisi Perhiasan Saat Dijual Kembali
Ketika perhiasan dijual kembali, kondisinya menjadi faktor penentu harga. Perhiasan yang terawat baik dengan keausan minimal cenderung memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar sekunder.
Sebaliknya, emas dengan kadar rendah (emas muda), yang patah, atau tanpa surat/sertifikat, seringkali dibeli dengan harga lebih murah oleh toko perhiasan. Menjual emas secara terburu-buru juga dapat mengakibatkan harga jual yang tidak optimal.