Top 3: Harga Emas Perhiasan Bikin Penasaran

3 weeks ago 8

Liputan6.com, Jakarta Investor dan masyarakat yang tertarik dengan logam mulia patut menyimak informasi terkini mengenai Harga Emas Perhiasan Hari Ini. Pada Senin, 4 Agustus 2025, harga emas secara umum menunjukkan kisaran beli dan jual yang penting untuk diperhatikan.

Meskipun data harga emas umum tersedia untuk hari ini, rincian spesifik untuk emas perhiasan berdasarkan karat per 4 Agustus 2025 berbeda-beda. Oleh karena itu, informasi detail mengenai harga emas perhiasan per karat yang akan disajikan harus dipantau dengan saksama. Hal ini penting untuk memberikan gambaran lengkap kepada pembaca.

Pemahaman terhadap fluktuasi Harga Emas Perhiasan Hari Ini sangat krusial bagi mereka yang berencana untuk berinvestasi atau melakukan transaksi jual beli.

Artikel mengenai harga emas perhiasan ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin 4 Agustus 2025:

1. Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini: Senin, 4 Agustus 2025

Investor dan masyarakat yang tertarik dengan logam mulia patut menyimak informasi terkini mengenai Harga Emas Perhiasan Hari Ini. Pada Senin, 4 Agustus 2025, harga emas secara umum menunjukkan kisaran beli dan jual yang penting untuk diperhatikan.

Dikutip dari laman Laku Emas, Senin (4/8/2025), harga emas perhiasan berada di angka Rp 1.592.000 per gram untuk 24 karat (99%). Sedangkan untuk harga emas perhiasan di Raja Emas terpantau di angka Rp 1.710.000 per gram untuk 24 karat. 

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Berita Gembira, Harga Rumah Tapak Bakal Turun 50%

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong pemberian subsidi tanah, agar harga rumah tapak yang disalurkan melalui skema Public Service Obligation (PSO) bisa terpangkas hingga separuhnya.

Melalui skema ini, Fahri mendorong pendekatan berbasis pasar, namun dengan dukungan negara berupa subsidi pada tanah.

"Kita akan mulai dari aset tanah negara, termasuk dari BUMN. Jika tanah disubsidi, harga rumah bisa turun hingga 50 persen untuk rumah tapak, bahkan bisa 20-40 persen untuk vertikal," kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulis, Senin (4/8/2025).

Dalam konteks ini, ia juga mengusulkan reorientasi Perum Perumnas sebagai lembaga off-taker, mengadopsi pendekatan seperti Bulog di sektor pangan.

"Dengan backlog 15 juta keluarga, pasar perumahan rakyat itu sudah jelas. Tidak perlu lagi berpikir soal pemasaran, tinggal negara menyiapkan institusinya," imbuhnya.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Komisaris BUMN Dilarang Terima Tantiem, Nilainya Ternyata Fantastis

Rencana BPI Danantara untuk menyelaraskan skema pemberian tantiem bagi Komisaris dan Direksi di lingkungan BUMN dinilai sebagai langkah bijak menuju tata kelola yang lebih sehat dan efisien.

Sejumlah pengamat ekonomi menyebut, langkah ini tidak hanya relevan secara fiskal, tetapi juga krusial untuk membangun budaya akuntabilitas yang kuat di tengah reformasi kelembagaan BUMN.

“Ini sinyal serius bahwa BPI Danantara ingin mengakhiri praktik-praktik simbolik dalam manajemen BUMN. tantiem seharusnya bukan hak otomatis, apalagi di tengah restrukturisasi besar-besaran,” ujar Direktur, Prasasti Center for Policy Studies  Piter Abdullah, Senin (4/8/2025).

Berdasarkan data publik, lanjut Piter, pemberian Tantiem di sejumlah BUMN memang cukup besar. Tantiem untuk komisaris Bank BUMN, misalnya bisa mencapai Rp 388 miliar pada 2024. Di BUMN sektor migas, total tantiem seluruh komisaris utama bahkan pernah menyentuh angka lebih dari Rp800 miliar. Dalam beberapa kasus, pembayaran tantiem masih dilakukan meski perusahaan belum sepenuhnya pulih dari tekanan finansial.

Baca artikel selengkapnya di sini

Read Entire Article
Bisnis | Football |