Top 3: Respons Bank Besar Soal Kenaikan BI Rate

10 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% mendapat respons beragam dari pelaku perbankan. Secara umum, industri perbankan menilai langkah tersebut sebagai kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Selain memperkuat rupiah, kebijakan ini juga dipandang mampu menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Meski berpotensi meningkatkan biaya dana (cost of fund), perbankan optimistis pertumbuhan kredit masih dapat terjaga seiring dukungan likuiditas yang memadai dari otoritas moneter.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan BCA mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan ke level 5,50%.

"Kami melihat keputusan ini merupakan langkah strategis BI dalam merespons dinamika ekonomi global serta pergerakan nilai tukar rupiah," kata Hera kepada Media Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam menilai kebijakan suku bunga, BCA konsisten mencermati perkembangan suku bunga acuan ke depan, parameter makroekonomi lainnya, potensi risiko, kondisi likuiditas sektor perbankan dan pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran.

Seiring dengan itu, BCA senantiasa mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat.

Artikel Respons 3 Bank Besar Soal Kenaikan BI Rate menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin mengetahui artikel apa saja yang menarik perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Kamis, (11/6/2026):

1.Respons 3 Bank Besar Soal Kenaikan BI Rate

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% mendapat respons beragam dari pelaku perbankan. Secara umum, industri perbankan menilai langkah tersebut sebagai kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Selain memperkuat rupiah, kebijakan ini juga dipandang mampu menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Meski berpotensi meningkatkan biaya dana (cost of fund), perbankan optimistis pertumbuhan kredit masih dapat terjaga seiring dukungan likuiditas yang memadai dari otoritas moneter.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan BCA mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan ke level 5,50%.

"Kami melihat keputusan ini merupakan langkah strategis BI dalam merespons dinamika ekonomi global serta pergerakan nilai tukar rupiah," kata Hera kepada Media Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam menilai kebijakan suku bunga, BCA konsisten mencermati perkembangan suku bunga acuan ke depan, parameter makroekonomi lainnya, potensi risiko, kondisi likuiditas sektor perbankan dan pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran.

Seiring dengan itu, BCA senantiasa mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Susul Pertamina, Harga BBM RON 92 di SPBU BP Naik

Harga BBM di SPBU BP turut mengalami kenaikan pada Rabu, 10 Juni 2026. Menyusul SPBU Pertamina yang telah menaikan harga Pertamax (RON 92) pada hari yang sama.

Mengutip informasi dari akun Instagram resmi @bp_idn, Rabu (10/6/2026), harga BBM setara Pertamax di SPBU BP yakni BP 92 melonjak, dari sebelumnya Rp 12.390 per liter menjadi Rp 16.670 per liter.

Senada, harga BP Ultimate (RON 95) meroket dari sebelumnya Rp 12.930 per liter menjadi Rp 17.240 per liter.

Di sisi lain, harga BBM untuk mesin diesel yakni BP Ultimate Diesel (CN 53) masih bertahan di angka Rp 25.060 per liter.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Update Terbaru di Raja Emas dan Laku Emas

Harga emas perhiasan menunjukkan pergerakan bervariasi pada Rabu, 10 Juni 2026, dengan beberapa penyedia mencatat penurunan sementara yang lain stabil. Raja Emas merilis daftar harga buyback terbarunya, sementara Laku Emas memperbarui harga pembelian emas perhiasan.

Dinamika ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, termasuk permintaan dari industri perhiasan, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral terkait cadangan emas. Emas perhiasan sendiri kerap menjadi pilihan investasi yang menarik bagi masyarakat Indonesia, selain berfungsi sebagai aksesori yang mempercantik penampilan.

Penting bagi investor dan konsumen untuk memahami perbedaan antara harga pembelian dan buyback, serta memantau informasi terkini dari sumber terpercaya seperti Raja Emas dan Laku Emas Dengan begitu, keputusan jual beli emas dapat dilakukan secara lebih cerdas dan terinformasi.

Berita selengkapnya baca di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |