Liputan6.com, Jakarta - Keputusan mengejutkan Uni Emirat Arab (UEA) untuk meninggalkan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) menggema di seluruh pasar energi global telah mengungkap keretakan dalam kartel minyak yang kaut itu. Hal ini lantaran kuota produksi berisiko mendorong anggota lain untuk mengikuti jejaknya.
Mengutip CNBC, Rabu (29/4/2026), keputusan UEA itu menyusul serangan rudal dan drone selama beberapa minggu oleh sesama anggota OPEC, Iran. Ditambah blokade Selat Hormuz menganggu ekspor UEA memberikan tekanan pada tulang punggung ekonominya.
“Keluarnya UEA adalah babak lain dalam perubahan keanggotaan kelompok tersebut,” ujar Presiden of Lipow Oil Associates, Andy Lipow dikutip dari CNBC.
“Jika negara-negara yang mematuhi kuota mereka merasa muak dengan negara-negara yang tidak mematuhinya, kita dapat melihat keluarnya negara-negara lain yang pada akhirnya dapat membuat OPEC tidak relevan sebagai kartel,” kata dia.
Negara-negara termasuk Qatar, Ekuador dan Angola telah meninggalkan kelompok itu dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dengan alasan frustasi terhadap kuota atau pergeseran prioritas nasional. Angola keluar pada 2024, sementara Qatar mengakhiri keanggotaan OPEC pada 2019.
Adapun kartel itu telah lama bergulat dengan kepatuhan yang tidak merata, dengan beberapa anggota secara historis melampaui kuota produksi, termasuk Iran dan Kazakhstan.
“Meskipun UEA telah meninggalkan OPEC, mereka bukanlah yang pertama dan mungkin bukan yang terakhir,” Lipow menambahkan.
CNBC menyebutkan, inti dari keputusan UEA terletak pada ketegangan yang sudah biasa terjadi: anggota yang telah berinvestasi besar-besaran dalam meningkatkan kapasitas produksi semakin enggan untuk dibatasi oleh kuota yang dirancang untuk mendukung harga.
Negara tersebut menggenjot sekitar 2,37 juta barel per hari pada Maret, dibandingkan dengan kapasitas berkelanjutannya sekitar 4,3 juta barel per hari, menurut data IEA terbaru.
Risiko Keluar
Para analis menunjuk beberapa negara yang berpotensi “berisiko keluar”, yang merasa tidak nyaman dengan pembatasan OPEC+ dan dapat mempertimbangkan untuk melepaskan keanggotaannya.
Analis minyak utama di Kpler, Matt Smith menuturkan, Kazakhstan sebagai kandidat utama, dengan mencatat kelebihan produksi yang terus-menerus terjadi.
“Kazakhstan telah melakukan kelebihan produksi secara besar-besaran tahun lalu, dan karena itu mereka mungkin melihat ini sebagai jalan keluar potensial bagi mereka untuk meninggalkan grup juga,” ujar Smith.
Ia menambahkan, Nigeria juga bisa menjadi salah satu yang perlu diwaspadai.
Nigeria, produsen minyak mentah terbesar di Afrika, semakin memprioritaskan penyulingan domestik, khususnya melalui kilang Dangote, mengurangi ketergantungannya pada pasar ekspor dan berpotensi melemahkan insentifnya untuk tetap terikat oleh kuota.
Smith menjelaskan, peningkatan kapasitas kilang Dangote berarti Nigeria dapat memproses lebih banyak minyak di dalam negeri dan memperoleh margin bahan bakar yang lebih tinggi. Hal itu mengurangi ketergantungannya pada strategi OPEC untuk mendukung harga minyak mentah melalui pembatasan pasokan dan malah meningkatkan fokusnya pada memaksimalkan volume dan keuntungan hilir.
“Nigeria berada dalam posisi yang sama karena tidak ingin terhambat: Nigeria berpotensi menjadi negara yang mandiri karena semakin swasembada,” kata Smith.
“Dengan mengalihkan produksi minyak mentah domestiknya ke kilang Dangote, Nigeria kurang bergantung pada dinamika pasar global,” ia menambahkan.
Pesaing Potensial Lainnya
Pengamat pasar, Venezuela adalah pesaing potensial lainnya. Dengan produksi yang pulih lebih cepat dari yang diperkirakan dan lingkungan politik yang berpotensi lebih ramah terhadap AS, Venezuela dapat mencari fleksibilitas yang lebih besar.
“Venezuela bisa jadi negara berikutnya yang menyusul perubahan kepemimpinan di sana menuju posisi yang lebih ramah terhadap AS,” ujar Analis Energi di MST Marquee, Saul Kavonic.
Smith dari Kpler juga mengatakan, Venezuela adalah kandidat potensial karena telah meningkatkan produksi dan ekspor dengan kecepatan yang lebih cepat dari yang diperkirakan. Ekspor minyak Venezuela naik di atas satu juta barel per hari pada bulan Maret untuk pertama kalinya sejak September.
Kementerian energi Kazakhstan, Nigeria, dan Venezuela tidak segera menanggapi permintaan komentar dari CNBC.
OPEC+ memberlakukan kuota produksi inti yang dilaporkan memangkas produksi sekitar 2 juta barel per hari hingga akhir 2026.
Delapan produsen utama OPEC+ termasuk Arab Saudi dan Rusia sepakat pada 5 April untuk memulai pelonggaran hati-hati atas pengurangan produksi sukarela mereka, secara bertahap mengembalikan sekitar 206.000 barel per hari ke pasar pada Mei dari pengurangan yang lebih luas sebesar 1,65 juta barel per hari yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2023, menurut pernyataan resmi OPEC.
Menyeimbangkan Pasar
Kepergian UEA terjadi ketika OPEC bergulat dengan fragmentasi. Beberapa anggota termasuk Iran, Libya, dan Venezuela telah dibebaskan dari kuota karena sanksi atau konflik, yang mempersulit upaya untuk mempertahankan kohesi.
Lipow mencatat, frustrasi atas kepatuhan yang tidak merata dapat semakin mendorong keluarnya negara-negara lain.
“Negara-negara yang lelah melihat sesama anggota OPEC dan OPEC+ secara konsisten curang dalam memenuhi kuota mereka adalah kandidat untuk meninggalkan kelompok-kelompok ini.”
Sementara itu, Wakil Presiden Senior Rystad Energy, Claudio Galimberti menuturkan, rekam jejak OPEC terutama selama krisis seperti pandemi COVID-19 menunjukkan ketahanan.
“Kelompok ini selama 10 tahun terakhir berhasil menyeimbangkan pasar dengan cara yang luar biasa,” ujar dia.
“Jika OPEC+ tidak hadir selama Covid, kita akan mengalami volatilitas yang sangat besar di pasar,” ia menambahkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4932755/original/008588800_1725028197-Kereta_Ekonomi_Jarak_Jauh_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4465765/original/043413400_1686728194-Gedung_Kemenkeu_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551458/original/057175500_1775726927-IMG-20260409-WA0075.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569863/original/064032400_1777457006-1000304165.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2951086/original/054337900_1572224430-20191027-Ekspor-Batu-Bara-Indonesia-Menurun-IQBAL-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568644/original/036051200_1777366304-IMG_2668.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554423/original/010210000_1776070274-Menteri_Investasi_dan_HilirisasiKepala_Badan_Koordinasi_Penanaman_Modal__BKPM___Rosan_Roeslani-13_April_2026c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569767/original/068704600_1777453632-WhatsApp_Image_2026-04-29_at_14.16.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562282/original/003523000_1776823938-Rosan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569752/original/045954800_1777452668-image_adt_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980735/original/087595500_1648714881-20220331-Laporan-SPT-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5203453/original/038067100_1745943333-WhatsApp_Image_2025-04-29_at_17.39.07_b9162b6c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569335/original/068736700_1777438670-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567748/original/005157000_1777332661-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568974/original/068598400_1777422490-1000034042.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473020/original/097246400_1768383522-1000205954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467577/original/035269700_1767923184-AP26008792900594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483248/original/002237600_1769348730-alwi_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325417/original/070038100_1755978346-AP25235673218519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4702242/original/020445800_1703907385-000_349828W.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482923/original/084488100_1769287691-virgil_van_dijk_semangat_bournemouth_liverpool_ap_ian_walton.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5461781/original/040984600_1767441214-20260103AA_BRI_Super_League_Persija_Jakarta_vs_Persijap_Jepara-7.JPG)