Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam stabil pada perdagangan perdagangan Selasa ini. Namun harga buyback melonjak tajam.
Mengutip laman logammulia.com, Selasa (5/8/2025), harga emas Antam hari dipatok Rp 1.959.000 per gram, sama dengan perdagangan sebelumnya yang dipatok Rp 1.1959.000 per gram.
Sedangkan untuk harga jual kembali (buyback) emas Antam naik tinggi Rp 13.000 menjadi Rp 1.805.000. Harga buyback ini artinya jika Anda menjual emas maka Antam akan membelinya di harga Rp 1.805.000 per gram.
Adapun harga tertinggi emas Antam tercatat pada 22 April 2025 sebesar Rp 2.016.000 per gram, dan harga buyback tertinggi di Rp 1.865.000 per gram.
Transaksi jual emas Antam akan dikenakan potongan Pajak Penghasilan Pasal 22 sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024.
Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Berikut harga emas Antam hari ini di Gedung Antam Jakarta:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.029.500
- Harga emas 1 gram: Rp 1.959.000.
- Harga emas 2 gram: Rp 3.862.000.
- Harga emas 3 gram: Rp 5.773.000.
- Harga emas 5 gram: Rp 9.599.000.
- Harga emas 10 gram: Rp 19.120.000.
- Harga emas 25 gram: Rp 47.637.500.
- Harga emas 50 gram: Rp 95.155.000.
- Harga emas 100 gram: Rp 190.190.000.
- Harga emas 250 gram: Rp 475.087.500.
- Harga emas 500 gram: Rp 949.875.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp 1.899.600.000.
Harga Emas Kembali Melesat Dampak Sinyal Pemangkasan Suku Bunga AS
Harga emas dunia terus melanjutkan tren kenaikannya selama tiga hari berturut-turut pada perdagangan hari Senin. Penguatan ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).
Mengutip CNBC, Selasa (5/8/2025), harga emas spot naik 0,2% menjadi USD 3.371,85 per ons, yang merupakan level tertinggi sejak 24 Juli. Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 0,8% mencapai USD 3.427,1 per ons.
Analis senior RJO Futures, Daniel Pavilonis mengungkapkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga The Fed di bulan September dan Desember semakin kuat.
"Hal itu, ditambah dengan hambatan inflasi, menurut saya cukup bullish untuk emas," jelasnya.
Ekspektasi ini muncul setelah beberapa data ekonomi AS dirilis pekan lalu. Data pertumbuhan lapangan kerja AS pada bulan Juli menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan.
Para pedagang kini semakin yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga. Menurut perangkat CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga pada bulan September mencapai 85%, naik drastis dari 63% pada pekan sebelumnya.
Secara historis, emas cenderung berkinerja baik dalam kondisi suku bunga rendah. Logam mulia ini juga sering dianggap sebagai lindung nilai (hedge) yang efektif terhadap inflasi.
Kebijakan Tarif Trump
Di sisi lain, kebijakan tarif yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump pekan lalu kemungkinan besar akan tetap berlaku.
Perwakilan Dagang Jamieson Greer mengatakan bahwa tarif ini tidak akan dipotong sebagai bagian dari negosiasi berkelanjutan.
Dalam keputusan eksekutifnya, Trump menetapkan tarif impor yang signifikan:
- 35% untuk barang-barang dari Kanada
- 50% untuk Brasil
- 25% untuk India
- 20% untuk Taiwan
- 39% untuk Swiss.