Update Kecelakaan KA Bekasi: 14 Orang Meninggal, Puluhan Korban Masih Dirawat

8 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Korban meninggal dunia akibat tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah. Proses penanganan korban masih terus berlangsung.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyiding, mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang. Data ini dihimpun per pukul 08.45 WIB.

"Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut," kata Bobby dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, 84 orang lainnya yang mengalami luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Penanganan dilakukan di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Barang Milik Penumpang

KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found.

Pendataan dan pengelolaan barang dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi serta kebutuhan penanganan lebih lanjut.

KAI juga menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.

Duka Mendalam KAI

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kembali menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak," ujarnya.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” imbuh Anne.

Read Entire Article
Bisnis | Football |