Visa Thomas Partey Ditolak Kanada, Absen di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

10 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang tim nasional Ghana, Thomas Partey, dipastikan absen dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 di Kanada setelah permohonan visanya ditolak oleh pemerintah setempat. Keputusan ini terkait dengan serangkaian tuduhan hukum yang sedang dihadapinya di Inggris.

FIFA mengonfirmasi bahwa Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari markas tim Ghana di Boston, Amerika Serikat, menuju Kanada untuk laga perdana melawan Panama di Toronto pada Rabu, 17 Juni 2026. "FIFA dapat mengonfirmasi bahwa pemain Thomas Partey tidak akan dapat melakukan perjalanan dari Ghana's team base camp di Boston, AS, ke Kanada untuk pertandingan pertama mereka melawan Panama pada Rabu, 17 Juni, karena permohonan visanya telah ditolak oleh pemerintah Kanada," demikian pernyataan FIFA, Kamis (12/6/2026).

Meskipun demikian, pemain berusia 32 tahun ini diperkirakan tetap memenuhi syarat untuk tampil dalam pertandingan grup Ghana berikutnya melawan Inggris di Boston pada 23 Juni dan Kroasia di Philadelphia pada 27 Juni, karena kedua laga tersebut akan berlangsung di Amerika Serikat, di mana ia telah diberikan visa.

Tuduhan Serius di Inggris

Penolakan visa Partey oleh Kanada berakar pada tuduhan pemerkosaan yang pertama kali diajukan kepadanya di Inggris. Pada Juli 2025, Kepolisian Metropolitan London mendakwanya dengan lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan penyerangan seksual. Tuduhan-tuduhan ini berkaitan dengan insiden yang diduga melibatkan tiga wanita antara tahun 2021 dan 2022, saat Partey masih membela Arsenal.

Tuduhan hukum terhadap gelandang bertahan klub La Liga Villarreal ini semakin bertambah pada Februari 2026, ketika ia didakwa dengan dua tuduhan pemerkosaan tambahan yang melibatkan seorang wanita keempat. Ini menjadikan total tuduhan yang dihadapinya menjadi tujuh tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan penyerangan seksual.

Partey sendiri telah menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut. Jadwal persidangan untuk kasus ini ditetapkan pada November 2026 di Southwark Crown Court, meskipun ada kemungkinan persidangan dapat ditunda hingga tahun 2027.

Kebijakan Imigrasi Kanada dan Sikap FIFA

Pemerintah Kanada menegaskan bahwa mereka menerapkan aturan imigrasi secara konsisten dan tanpa pengecualian, terlepas dari kebangsaan, profil, atau peran individu dalam turnamen. Pedoman imigrasi negara tersebut menyatakan bahwa individu yang pernah "melakukan atau dihukum karena kejahatan" mungkin tidak diizinkan masuk ke Kanada.

Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) menyatakan bahwa setiap orang yang ingin masuk ke Kanada dinilai secara individual berdasarkan fakta yang tersedia dan hukum yang berlaku. Meskipun Partey belum dihukum atas kejahatan apa pun, tuduhan yang dihadapinya menjadi dasar penolakan visa ini.

Sementara itu, FIFA menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk keputusan visa. Federasi sepak bola dunia tersebut menyatakan bahwa pemerintah tuan rumah pada akhirnya yang menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan masuk ke negara mereka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Amerika Serikat vs Paraguay: Zlatan Jagokan The Yanks Jadi Kejutan di Piala Dunia 2026!

Read Entire Article
Bisnis | Football |