Wasit Somalia Omar Artan Ketiban Durian Runtuh Usai Ditolak AS, Dapat Hadiah dari UEFA

5 days ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Kasus yang menimpa wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia, Omar Artan berubah dari pengalaman pahit menjadi kabar menggembirakan. Ia bak tertiban durian runtuh karena menerima banyak 'hadiah' setelah ditolak masuk Amerika Serikat (AS).

Omar Artan sedianya wasit yang diumumkan oleh FIFA untuk memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Namun, mimpinya itu pupus setelah tak diterima saat hendak memasuki wilayah AS, padahal telah mendapatkan visa perjalanan ke AS pekan lalu.

Pengadil lapangan 34 tahun itu ditolak karena masalah pemeriksaan berdasarkan laporan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS. Artan dianggap teralifikasi dengan organisasi terorisme.

FIFA sebagai induk sepak bola dunia dan yang menunjuk Artan untuk menjadi wasit Piala Dunia 2026, memilih angkat tangan. Mereka mengaku hal itu di luar kewenangannya dan murni jadi urusan tuan rumah.

Dapat Hadiah dari UEFA

Kontroversi pun terus menghampiri Omar Artan. Tapi tak semua arah kabarnya negatif. Terbaru dia malah dapat hadiah istimewa dari Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) berupa ditunjuk untuk memimpin pertandingan Piala Super UEFA. Kepastian itu diumumkan oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin, yang juga memuji wasit Somalia.

“Omar Artan adalah wasit muda yang luar biasa namun sudah berpengalaman, yang telah membuktikan dirinya di level kompetisi tertinggi Konfederasi Sepak Bola Afrika,” kata Ceferin, dipetik dari Al Jazeera, Jumat (12/6/2026).

“Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan orang, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormatnya kepada Omar dan kemampuan wasitnya yang luar biasa, yang telah membuatnya mendapatkan nominasi bergengsi tersebut,” tambahnya.

Hasil Kerja Sama UEFA dan CAF

Omar Artan dipastikan bakal memimpin laga Piala Super UEFA 2026 antara juara Liga Champions Paris Saint-Germain melawan juara Liga Europa Aston Villa lada 12 Agustus di Salzburg, Austria.

Penunjukkan ini diambil oleh UEFA setelah pembicaraan dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Langkah ini merupakan bagian dari kerangka kesepakatan antara UEFA dan CAF untuk mendorong kerja sama.

“UEFA dan CAF bersatu dalam komitmen bersama untuk mengembangkan sepak bola di semua tingkatan dan mempromosikan nilai-nilai inti persatuan, kesetaraan, dan non-diskriminasi,” kata Ceferin.

Kehormatan Besar

Keputusan UEFA pun mendapatkan sambutan hangat dari Presiden CAF Patrice Motsepe. Menurutnya, wasit Omar Artan layak dapat itu karena telah membuat Somalia dan seluruh rakyat benua Afrika sangat bangga.

“Penghargaan wasit pria terbaik CAF 2025 dan penunjukannya sebagai wasit Piala Dunia FIFA 2026 merupakan pengakuan atas kemampuan wasit kelas dunianya dan rasa hormat internasional yang dinikmatinya,” tuturnya.

"Penunjukannya sebagai wasit Piala Super UEFA merupakan kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi wasit Afrika dan juga merupakan contoh yang sangat baik dari sepak bola, yang menyatukan orang-orang dari Afrika dan Eropa dan seluruh dunia,” kata Motsepe menambahkan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Thomas Tuchel Peringatkan Elliot Anderson di Tengah Rumor Transfer ke Manchester City

Read Entire Article
Bisnis | Football |