Arsenal yang Mulai Goyah dan Manchester City Siap Rampas Takhta Premier League

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal mulai merasakan tekanan serius dalam perburuan gelar Premier League 2025/2026. Dari sempat unggul sembilan poin, kini jarak mereka dengan Manchester City hanya tersisa empat angka.

Hasil imbang 1-1 melawan Brentford di Gtech Community Stadium menjadi titik balik terbaru. Arsenal gagal memanfaatkan peluang untuk kembali menjauh di puncak klasemen.

Sehari sebelumnya, Manchester City tampil meyakinkan dengan kemenangan 3-0 atas Fulham. Kombinasi hasil tersebut membuat tekanan beralih ke kubu The Gunners.

Alih-alih menunjukkan respons kuat, Arsenal justru tampil di bawah standar terbaiknya. Momentum yang sempat berada di tangan mereka perlahan mulai tergerus di fase krusial musim ini.

Momentum Hilang di Saat Genting

Secara matematis, Arsenal memiliki peluang emas memperlebar jarak. Jika mampu menaklukkan Brentford, mereka bisa unggul enam poin dan berpotensi menjadi sembilan poin apabila menang atas Wolves sebelum City memainkan laga berikutnya.

Namun skenario itu gagal terwujud. Tambahan satu poin membuat margin tetap tipis dan membuka ruang bagi City untuk terus menekan hingga pekan-pekan akhir.

Dengan 12 pertandingan tersisa, sejarah tidak sepenuhnya berpihak kepada Arsenal. Dalam lima musim terakhir, hanya sekali mereka mampu memenangi 10 dari 12 laga terakhir Premier League dalam satu musim.

Lebih mengkhawatirkan lagi, pada periode-periode tersebut Arsenal tidak pernah mengumpulkan poin lebih banyak dalam 12 laga terakhir dibanding tim yang akhirnya menjadi juara. Fakta ini mempertegas rapuhnya konsistensi mereka di fase penentuan.

City Bangkit, Tekanan di Pundak The Gunners

Kemenangan dramatis Manchester City atas Liverpool lewat penalti Erling Haaland di menit akhir menjadi sinyal kebangkitan. Hasil tersebut menjaga napas juara tetap hidup.

Setelah kemenangan atas Fulham, selisih poin sempat menyusut menjadi tiga sebelum kembali melebar menjadi empat. Namun secara psikologis, tekanan kini terasa jauh lebih besar bagi Arsenal.

City memiliki rekam jejak kuat dalam perburuan gelar. Mereka pernah menyalip Arsenal dalam situasi serupa dua musim lalu, ketika konsistensi akhir musim menjadi pembeda utama.

Saat ditanya apakah bermain setelah City menambah tekanan, Mikel Arteta menjawab bahwa situasi itu tidak berdampak bagi tim. Namun, kenyataan di lapangan sedikit berbeda.

"Saya rasa tidak, saya pikir kami bermain bagus setelah mereka beberapa kali musim ini dan kami telah memenangkan pertandingan," kata Arteta.

Sumber: BBC Sport

Prediksi Liverpool vs Brighton: Siapa Melaju ke Babak Selanjutnya?

Read Entire Article
Bisnis | Football |