Barcelona Dibantai Atletico, Gol Cubarsi Dianulir VAR, Frenkie de Jong Murka: Ini Skandal!

10 hours ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Riyadh Air Metropolitano, Jumat (13/02/2026). Tim asuhan Hansi Flick dipaksa menyerah dengan skor telak 0-4 dalam laga yang berjalan berat sejak awal.

Atletico tampil menggila di babak pertama dan sudah unggul empat gol sebelum turun minum. Blaugrana benar-benar tak berkutik menghadapi intensitas permainan pasukan Diego Simeone.

Situasi makin rumit bagi Barcelona ketika mereka mencoba bangkit di babak kedua. Harapan sempat muncul lewat gol Pau Cubarsi, tetapi gol tersebut tak disahkan oleh pengadil lapangan, via intervensi VAR.

Sorotan tajam pun tak hanya tertuju pada kekalahan memalukan itu. Gelandang asal Belanda, Frenkie de Jong, meluapkan emosinya usai gol rekan setimnya dianulir lewat proses tinjauan yang panjang dan membingungkan.

Insiden VAR yang Memicu Kontroversi

Barcelona sebenarnya sudah tertinggal jauh sebelum jeda. Gol bunuh diri Eric Garcia pada menit keenam membuka petaka, lalu Antoine Griezmann menggandakan keunggulan pada menit ke-14.

Ademola Lookman mencetak gol ketiga pada menit ke-33 dan Julian Alvarez melengkapi pesta gol tuan rumah pada menit 45+2. Skor 4-0 bertahan hingga turun minum dan membuat Barcelona berada di ujung tanduk.

Memasuki babak kedua, Pau Cubarsi sempat memberikan sedikit harapan saat mencetak gol pada menit ke-51. Namun selebrasi itu tak bertahan lama karena wasit menerima sinyal dari ruang VAR untuk meninjau potensi offside.

Proses peninjauan berlangsung hampir delapan menit karena teknologi offside semi-otomatis dilaporkan mengalami kendala. Petugas VAR akhirnya menggambar garis secara manual sebelum memutuskan gol tersebut tidak sah, keputusan yang langsung memicu kemarahan kubu Barcelona.

Frenkie de Jong Murka: Ini Skandal!

Kekecewaan paling terasa datang dari Frenkie de Jong yang tak bisa menyembunyikan emosinya. Ia menilai proses pengambilan keputusan itu janggal dan tidak transparan.

Menurutnya, tayangan yang ditampilkan justru menimbulkan kebingungan alih-alih memberikan kejelasan. De Jong merasa momen krusial itu sangat merugikan timnya yang sedang berusaha bangkit.

Ia secara terbuka mempertanyakan validitas gambar yang digunakan untuk menentukan offside. Gelandang berusia 28 tahun itu menyebut ada inkonsistensi dalam tayangan yang diperlihatkan kepada publik.

"Dalam foto offside, Anda bahkan tidak bisa melihat kontak dengan bola pada saat Fermin menembak," kata De Jong kepada wartawan, dikutip dari Goal. "Kemudian, muncul gambar lain yang menunjukkan dengan jelas bahwa bek tersebut berada satu meter di belakang Lewandowski. Ini sangat aneh, ini skandal," ketusnya.

(Goal)

Real Madrid Dihantam Badai Cedera, Kylian Mbappe Tanda Tanya Lawan Real Sociedad

Read Entire Article
Bisnis | Football |