Barcelona Alami Kekalahan Terburuk Sejak 1960, Tapi Deco Yakin Blaugrana Bisa Bangkit Lawan Atletico

10 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona menelan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Riyadh Air Metropolitano, Jumat (13/02/2026). Hasil ini menjadi tamparan keras bagi pasukan Hansi Flick yang tampil jauh dari performa terbaiknya.

Blaugrana sudah tertinggal sejak menit keenam akibat gol bunuh diri Eric Garcia. Situasi makin sulit setelah Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez menambah derita sebelum turun minum.

Empat gol tanpa balas di babak pertama membuat Barcelona tak mampu bangkit setelah jeda. Mereka gagal mencetak gol balasan dan harus pulang dengan beban berat menuju leg kedua.

Meski demikian, harapan belum sepenuhnya padam. Direktur Sepak Bola Barcelona, Deco, menegaskan peluang comeback masih terbuka walau tantangannya sangat besar.

Deco Yakin Barcelona Masih Bisa Bangkit

Kekalahan di Riyadh menjadi yang terburuk bagi Barcelona saat menghadapi Atletico sejak era 1960-an. Intensitas permainan yang rendah di babak pertama disebut menjadi salah satu faktor utama kekalahan tersebut.

Atletico tampil tajam dan efektif memanfaatkan celah di lini belakang Blaugrana. Empat gol di paruh pertama praktis mematikan ritme permainan tim tamu.

Namun, Deco menolak untuk menyerah lebih awal. Ia percaya Barcelona memiliki sejarah dan mentalitas untuk menciptakan malam ajaib di kandang sendiri.

“Barca telah berkali-kali menunjukkan bahwa ada comeback spektakuler di Camp Nou. Akan sulit, tetapi bukan tidak mungkin. Kesempatan untuk mencoba, bermain di kandang, di lapangan yang lebih baik, bermain sesuai gaya kami, mencetak gol, dan mencoba mencetak gol," serunya pada TV3, dikutip dari Football Espana.

Minta Fokus ke Liga, Jangan Larut dalam Kekalahan

Meski masih menyimpan optimisme untuk leg kedua, Deco meminta tim segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Barcelona kini harus bersiap menghadapi laga La Liga yang tak kalah krusial.

Blaugrana dijadwalkan bertandang ke markas Girona di Montilivi pada Senin malam. Situasi klasemen juga menambah tekanan karena Real Madrid hanya terpaut satu poin dan berpeluang menggeser posisi mereka.

Hansi Flick hanya memiliki waktu tiga hari untuk memulihkan kondisi fisik dan mental para pemainnya. Intensitas dan konsistensi disebut menjadi kunci jika ingin tetap bersaing di dua ajang berbeda.

“Sekarang kita perlu fokus pada liga; itu yang terpenting. Pertandingan sulit lainnya pada hari Senin. Jika kita bermain dengan intensitas yang diperlukan, kita bisa menang, tetapi jika kita bermain seperti hari ini, akan sulit," tegas Deco.

 (Football Espana)

Legenda Manchester United Ungkap Rekan Setim di Setan Merah Sering Bertengkar

Read Entire Article
Bisnis | Football |