Korea Selatan Usul Tambahan Anggaran Rp 290,45 Triliun untuk Hadapi Kenaikan Harga Energi

13 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Korea Selatan (Korsel) pada Selasa, (31/3/2026) mengusulkan tambahan anggaran senilai 26,2 triliun won Korea Selatan atau sekitar USD 17,1 miliar. Jumlah itu sekitar Rp 290,45 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.990). Anggaran tambahan itu untuk meringankan beban akibat kenaikan harga energi pada rumah tangga dan industri karena konflik di Timur Tengah telah menciptakan krisis pasokan.

Mengutip CNBC, sekitar 10,1 triliun won akan langsung ditujukan untuk meringankan beban harga minyak yang tinggi. Sementara langkah-langkah lain termasuk dukungan untuk eksportir dan peningkatan hibah kepada pemerintah daerah (pemda).

Menteri Perencanaan dan Anggaran Park Hong-geun menyampaikan dukungan fiskal yang cepat diperlukan untuk meringankan kesulitan yang dihadapi mata pencaharian masyarakat sesegera mungkin dan untuk memastikan pemulihan ekonomi yang telah dihidupkan kembali dengan susah payah oleh pemerintahan saat ini tidak padam.

Harga minyak telah melonjak sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 karena krisis pasokan berdampak pada ekonomi Asia, terutama yang sangat bergantung pada impor dari Timur Tengah.

Korea Selatan, ekonomi terbesar keempat di Asia, mengimpor 94% energi, menurut laporan 2024 dari Sistem Informasi Statistik Energi Korea, dan hampir 72% minyak mentahnya berasal dari Timur Tengah.

Inti dari paket senilai 10,1 triliun won adalah alokasi 5 triliun won untuk pembatasan harga minyak bumi, yang diumumkan oleh Presiden Lee Jae Myung pada 9 Maret.

Langkah Lain Pemerintah Korea Selatan

Seoul juga akan memberikan pengembalian dana yang lebih tinggi untuk tiket transportasi umum di seluruh negeri. Negara ini akan mengalokasikan 4,8 triliun won untuk voucher konsumen senilai antara 100.000 won hingga 600.000 won per orang, untuk 70% kelompok berpenghasilan terendah, tergantung pada pendapatan dan wilayah.

Langkah-langkah lain dalam paket bantuan termasuk subsidi bahan bakar untuk petani dan nelayan, serta untuk operator kapal kargo skala kecil.Sekitar 9,7 triliun won akan digunakan untuk meningkatkan hibah bagi pemerintah daerah.

Park menuturkan, anggaran ini akan didanai oleh pendapatan pajak dari peningkatan ekspor chip dan reli pasar saham.

Media Korea Selatan melaporkan RUU tersebut telah diajukan ke Majelis Nasional, dan diperkirakan didukung oleh People Power Party atau Partai Kekuatan Rakyat (Partai oposisi). RUU tersebut diperkirakan disahkan pada 10 April.

Krisis Energi, Korea Selatan dapat Prioritas Suplai Minyak dari UEA

Sebelumnya, Korea Selatan telah mencapai kesepakatan dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk pengantaran minyak prioritas di tengah krisis energi akibat diblokirnya Selat Hormuz untuk pelayaran.

Kepala Staf Kepresidenan dan Duta Khusus Kerja Sama Ekonomi Strategis Korea Selatan (Korsel) Kang Hoon-sik dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (18/3/2026) mengatakan kesepakatan itu tercapai dalam pertemuan di antara para pejabat kedua negara.

Pertemuan tersebut membahas langkah kerja sama konkret di tengah krisis Timur Tengah dan upaya meningkatkan rasa percaya antara mitra dan sekutu lama, kata Kang, dikutip dari laman Antara News, Jumat (20/3).

Ia mengatakan dalam kunjungan ke UEA tersebut, ia menyampaikan surat pribadi dari Presiden Korsel Lee Jae-myung kepada Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, yang isinya mengungkapkan keprihatinan terhadap situasi di Timur Tengah serta dukungan kepada rakyat UEA.

Kesepakatan Energi

Kunjungan itu menghasilkan kesepakatan energi, di mana UEA berjanji memprioritaskan pasokan minyak ke Korsel di tengah krisis minyak global, kata Kang.

"Hal tersebut tertulis jelas: 'Tak ada negara yang akan menerima minyak sebelum Korea Selatan. Korea Selatan adalah prioritas utama untuk suplai minyak,'" katanya.

Ia menjelaskan bahwa 70 persen dari impor minyak Korsel dikapalkan melalui Selat Hormuz yang kini ditutup. Karena itu, Seoul berupaya mencari rute alternatif, dan kedua pihak menyetujui impor mendesak dengan total 18 juta barel minyak yang akan diantar melalui berbagai rute.

Melalui perjanjian tersebut, pengiriman minyak akan dilakukan oleh kapal tanker UEA dan Korsel. Tiga kapal UEA membawa 6 juta barel dan enam kapal tanker Korsel mengangkut 12 juta barel.

Kang memastikan sebuah kapal tanker nafta sudah dalam perjalanan ke Korsel.

Pengiriman sebelumnya mencapai 6 juta barel, sehingga total pasokan minyak darurat yang diperoleh Korsel dari UEA kini mencapai 24 juta barel, katanya.

Kedua pihak juga sepakat menjajaki kerja sama jangka panjang, termasuk nota kesepahaman terkait rantai pasok minyak untuk mengidentifikasi rute pengapalan alternatif dan koordinasi bersama di tengah disrupsi energi global.

Kang Hoon-sik juga menyampaikan terima kasih kepada para pemimpin UEA yang telah menjamin kepulangan warga Korsel dari kawasan Teluk dengan selamat.

Read Entire Article
Bisnis | Football |