Prabowo Kirim Utusan Khusus Temui Jokowi di Solo, Ngapain?

4 weeks ago 12

Liputan6.com, Jakarta Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, mengunjungi kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), guna membahas berbagai isu penting, termasuk kondisi ekonomi nasional.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut tidak menyinggung isu politik. Sebaliknya, diskusi lebih difokuskan pada kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

“Kami membicarakan banyak hal, tetapi tidak ada yang berkaitan dengan politik,” ujar Jokowi di Solo dikutipd ari ANTARA, Jumat (7/3/2025).

Lebih lanjut, Jokowi menekankan perlunya upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai strategi dan pendekatan.

“Terutama berkaitan dengan situasi ekonomi yang perlu mendapat injeksi dari segala aspek agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai,” tambahnya.

Rencana Pertemuan Prabowo dan Jokowi

Selain membahas ekonomi, Hashim juga menyampaikan pesan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto yang ingin segera bertemu dengan Jokowi.

“Ya, saya menyampaikan hal itu dari Pak Prabowo. Namun, saya belum tahu kapan pastinya karena Pak Presiden sangat sibuk,” ujar Hashim.

Sebagai bentuk penghormatan, Hashim juga menyampaikan salam dari Prabowo kepada Jokowi.

“Tadi malam saya melapor kepada Pak Prabowo mengenai rencana silaturahmi dengan Pak Jokowi. Pak Prabowo kemudian mengirimkan salam hangat dan hormat. Harapannya, beliau bisa segera bertemu dengan Pak Jokowi,” jelas Hashim Djojohadikusumo.

Promosi 1

Pembahasan Energi dan Lingkungan

Meskipun tidak mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai pertemuan tersebut, Hashim mengindikasikan bahwa topik yang dibahas mencakup isu energi dan lingkungan hidup.

“Ya, antara lain kami membahas hal itu. Kami bertukar banyak pikiran mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan negara dan bangsa,” ungkapnya.

Nasehat Berharga dari Jokowi

Selain diskusi mengenai ekonomi dan lingkungan, Hashim mengaku mendapatkan banyak nasihat berharga dari Jokowi. Namun, ia memilih untuk tidak membeberkan isi pembicaraan tersebut.

“Saya kira itu antara saya dengan Pak Jokowi. Saya banyak mendapatkan nasehat berharga,” tutupnya.

Prabowo Bantah SBY dan Jokowi Cawe-Cawe: Saya yang Datang

Presiden Prabowo Subianto membantah anggapan bahwa Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi melakukan cawe-cawe ke pemerintahannya. Prabowo mengatakan dirinya lah yang meminta masukan dari presiden-presiden terdahulu.

Dia menyebut, SBY mampu menghadapi krisis finansial global pada tahun 2008 saat menjadi Presiden RI. Prabowo menuturkan dirinya melibatkan beberapa tim SBY di pemerintahan.

"Pak SBY menghadapi krisis 2008 the Black Monday kalau enggak salah. Negara-negara kapitalis crash. Perusahaan-perusahan besar gulung tikar. Indonesia aman. Makanya beberapa tim Mas SBY masih saya pakai," kata Prabowo saat menghadiri penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa 25 Februari 2025.

Dia menyebut SBY tak pernah ikut campur dalam pemerintahannya. Bahkan, kata Prabowo, SBY tidak pernah menitipkan kepentingan politik kepadanya.

"Ini jangan ada pikiran ih cawe-cawe lah, enggak ada. Saya minta dicawe-cawe. Saya datang ke Pak SBY minta masukan. Bapak enggak pernah titip-titip kepada saya," ucap Prabowo.

"Ada yang mengatakan Pak Jokowi (cawe-cawe), enggak ada. Saya datang ke Pak Jokowi," sambung Ketum Partai Gerindra ini.

Dia menyampaikan bahwa SBY dan Jokowi memiliki pengalaman masing-masing 10 tahun menjadi Presiden RI. Sehingga, Prabowo menilai wajar apabila dirinya meminta masukan kepada sosok yang memiliki pengalaman memimpin Indonesia selama 10 tahun.

"Pak SBY mimpin 10 tahun, Pak Jokowi 10 tahun, 20 tahun pengalaman. Hanya orang yang bodoh yang tidak mau belajar dari 20 tahun pengalaman," ujar Prabowo Subianto menandaskan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |