Viral Susu MBG Dijual di Minimarket, Bos BGN Bilang Begini

6 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait viral susu untuk progran Makan Bergizi Gratis (MBG) dijual di mininarket. Dia memastikan tidak ada kerja sama khusus untuk penyediaan susu berlabel MBG.

Dadan menegaskan tidak ada kontrak khusus dengan produsen susu untuk penyediaan dalam program MBG. Jika ditemukan ada susu yang berlabel MBG, menurutnya itu wewenang produsen semata.

"BGN tidak pernah membuat kontrak dan berkomitmen dengan produsen manapun. Jadi kalau ada produsen yang untuk marketing-nya kemudian membuat tulisan susu sekolah, saya kira itu upaya dari yang bersangkutan," ungkap Dadan saat ditemui di Kantor Kementeriaan Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Hal ini merespons viral 'Susu Sekolah' yang ada di sebuah minimarket dan dijual dengan harga Rp 4.000 per kotak. Pada kemasan tersebut juga terlihat adanya tulisan yang merujuk pada MBG, yakni 'Susu gratis program MBG. Tidak untuk diperjualbelikan'.

Dadan menegaskan lagi, pengadaan susu untuk MBG dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Serta, pembeliannya dilakukan secara langsung sesuai harga pasaran.

"Tidak ada misalnya kita memberikan ke produsen tertentu nih kami bayar, kemudian nanti kasihkan ke MBG gratis, nggak ada. Jadi kami susu berbasis SPPG dibeli berbasis harga pasar yang ada," ujar dia.

"Jadi kalau ada yang susu sekolah di pasaran, saya kira itu mungkin ada produsen yang berusaha supaya laku. Nah kemudian dijual di pasaran, bisa seperti itu," imbuh Dadan.

BGN Tak Produksi Susu

Senada, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang menuturkan tidak ada kerja sama lembaganya dengan produsen susu. Dia juga menegaskan kalau BGN tidak memproduksi susu untuk program MBG.

"Itu kan bukan produknya kita. Kita MBG nggak pernah punya bikin susu" tegas Nanik.

Informasi, beredar di media sosial susu kemasan 125 ml yang dijual Rp 4.000 per kotak atau Rp 138.000 per karton.

MBG Lima Hari

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan langkah efisiensi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelaksanannya menjadi 5 hari dalam sepekan untuk penerima anak sekolah.

Zulkifli mengungkapkan hal tersebut setelah menggelar rapat koordinasi terbatas (Rakortas) tingkat menteri. Ini sebagai hasil evaluasi dari pelaksanaan MBG 6 hari sepekan, termasuk tambahan satu hari diluar waktu sekolah.

"Ini dalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, malau kemarin kan 6 hari, hari libur dikasih juga, nah itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu kita putuskan, MBG itu hari sekolah," ungkap Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Efektif 5 Hari

"Hari sekolah datang 5 hari, kalau libur, lebaran, ya kan, kalau dimasukin juga gak efektif. Jadi itu libur gak ada lagi. Dia hanya diberikan di hari sekolah, untuk sekolah umum," sambungnya.

Zulkifli mengatakan, pelaksanaan MBG 5 hari sepekan hanya berlaku di sekolah umum. Sementara itu, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) akan ada penanganan khusus, termasuk kemungkinan tambahan satu hari di waktu libur.

"Selain 5 hari di sekolah, kalau diperlukan bisa saja ditambah lagi 1 hari. Karena stuntingnya tinggi, atau di daerah tertinggal, memang di situ kurang, apa namanya, kemiskinan juga tinggi, dan seterusnya. Itu ada perlakuan khusus. Nanti bisa saja ditambah 1 hari, dan seterusnya. Kalau itu dia gak perlu, dan memang bisa produktif," jelas dia.

Read Entire Article
Bisnis | Football |