AC Milan: Masa Depan Ruben Loftus-Cheek Memasuki Wilayah Abu-abu

2 months ago 33

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan kembali berada di fase evaluasi skuad setelah hasil yang tidak ideal di ajang Supercoppa Italiana. AC Milan juga menghadapi teka-teki mengenai masa depan Ruben Loftus-Cheek yang mulai memasuki wilayah abu-abu.

Gelandang asal Inggris itu tampil sebagai starter saat kalah di semifinal melawan Napoli. Namun, masa depannya di San Siro belum sepenuhnya mengerucut dan peluang perubahan tetap terbuka.

Laporan terbaru dari Italia mengindikasikan pintu keluar pada bursa Januari tidak tertutup rapat. Situasi ini membuat arah kebijakan klub menjadi krusial, terutama ketika target jangka pendek dan rencana jangka panjang perlu diselaraskan.

Menimbang menit bermain Loftus-Cheek di AC Milan

Ruben Loftus-Cheek tidak menutup diri terhadap opsi hengkang pada Januari apabila ada kesempatan yang menjamin menit bermain lebih konsisten. Kebutuhan itu muncul karena ia mengincar status starter reguler demi menjaga peluang tampil di Piala Dunia.

Sepanjang paruh pertama musim ini, Loftus-Cheek mencatat 17 penampilan dengan satu gol yang lahir saat menghadapi Lecce. Catatan itu menunjukkan kontribusi yang ada, tetapi belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tim di lini tengah.

Pada usia 29 tahun, Loftus-Cheek menilai kontinuitas bermain sebagai faktor utama untuk mencapai target internasionalnya. Namun, persaingan internal dan kebutuhan taktik membuat posisinya belum sepenuhnya aman.

Kontrak sang pemain bersama AC Milan masih berlaku hingga Juli 2027 dan pembicaraan perpanjangan belum dimulai. Kondisi tersebut membuat Januari menjadi momen realistis bagi klub untuk mengevaluasi nilai aset yang dimiliki.

Loftus-Cheek Diminati Maurizio Sarri di Lazio

Rossoneri mengeluarkan investasi hampir €20 juta saat merekrutnya dari Chelsea. Nilai itu setara sekitar Rp344 miliar, jadi keputusan apa pun harus mempertimbangkan keseimbangan finansial dan kebutuhan skuad.

Minat dari Premier League mulai berembus dan membuka peluang kepulangan ke Inggris. Akan tetapi, ketertarikan dari Lazio juga hadir dengan daya tarik tersendiri melalui sosok Maurizio Sarri yang pernah bekerja dengannya.

Bagi AC Milan, keputusan soal Loftus-Cheek bukan sekadar transaksi, tetapi juga penentuan arah permainan. Namun, konsistensi menit bermain dan kejelasan peran menjadi kunci agar keputusan yang diambil tidak berbalik menjadi risiko.

Sumber: Calciomercato, Sempre Milan

Gia Yuda PradanaTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Bisnis | Football |