Harga Emas Antam 6 Juli 2026 Stagnan, Simak Daftar Lengkap di Sini

15 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin (6/7/2026) stagnan. Demikian juga harga buyback emas Antam masih stabil.

Mengutip laman Logam Mulia, harga emas antam hari ini dibanderol Rp 2.670.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam juga ditetapkan Rp 2.670.000 per gram.

Demikian juga harga buyback (beli kembali) emas Antam juga ikut stagnan. Harga buyback emas Antam hari ini dipatok Rp 2.429.000.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga yang berlaku jika pemilik emas menjual kembali emasnya kepada Antam. Dengan demikian, Antam akan membeli emas tersebut seharga Rp 2.429.000 per gram dari masyarakat.

Sebelumnya, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, yakni sebesar Rp 3.168.000 per gram. Sementara itu, harga buyback pada saat rekor tersebut berada di level Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber langsung dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sehingga data yang disajikan memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi masyarakat.

Berikut adalah daftar harga emas Antam terbaru berdasarkan lokasi butik Graha Dipta (pengambilan di butik) Pulo Gadung untuk berbagai pecahan:

  • Emas 0,5 gram: Rp 1.385.000
  • Emas 1 gram: Rp 2.670.000
  • Emas 2 gram: Rp 5.280.000
  • Emas 3 gram: Rp 7.895.000
  • Emas 5 gram: Rp 13.125.000
  • Emas 10 gram: Rp 26.195.000
  • Emas 25 gram: Rp 65.362.000
  • Emas 50 gram: Rp 130.645.000
  • Emas 100 gram: Rp 261.212.000
  • Emas 250 gram: Rp 652.765.000
  • Emas 500 gram: Rp 1.305.320.000
  • Emas 1.000 gram: Rp 2.610.600.000.

The Fed Pangkas Suku Bunga Berpotensi Kerek Harga Emas

Sebelumnya, pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/the Fed) berpotensi menjadi sentimen positif bagi harga emas dunia.  Dia menuturkan, sejumlah indikator ekonomi terbaru menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda sehingga peluang kenaikan suku bunga semakin kecil.

"Data ekonomi Amerika Serikat, terutama dari sektor ketenagakerjaan dan pengangguran, menunjukkan kondisi yang lebih mendingin dari ekspektasi. Di sisi lain, harga minyak mentah juga terus mengalami penurunan,” ujar Ibrahim di Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Ia menjelaskan, penurunan harga minyak berpotensi menekan inflasi di Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat The Fed diperkirakan memilih mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat, bahkan membuka peluang untuk memangkasnya apabila inflasi terus bergerak menuju target 2%.

“Kalau inflasi terus mendekati 2%, kemungkinan besar The Fed bukan lagi menaikkan suku bunga, tetapi justru akan menurunkannya. Itu menjadi sentimen yang sangat positif bagi harga emas,” katanya.

Sentimen Harga Emas Lainnya

Menurut Ibrahim, ekspektasi penurunan suku bunga menjadi salah satu faktor yang mendorong harga emas kembali menguat. Ia memperkirakan tren kenaikan masih akan berlanjut apabila harga minyak tetap melemah dan inflasi Amerika Serikat terus terkendali.

“Momentum ini membuat harga emas dunia kembali menguat. Bahkan, jika kondisi tersebut terus berlanjut, harga emas berpeluang kembali menembus level di atas 5.000 hingga akhir tahun,” ucapnya.

Selain faktor kebijakan moneter, Ibrahim menambahkan pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh keseimbangan pasokan dan permintaan global. Menurut dia, perkembangan kedua faktor tersebut akan tetap menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |