Harga Emas Pegadaian 22 Mei 2026 Kompak Naik, Antam Tembus Rp 2,89 Juta

18 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) kompak naik pada perdagangan hari ini, Jumat (22/5/2026). Kenaikan harga emas Pegadaian untuk semua jenis yaitu produk UBS, Antam, dan Galeri24.

Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas Pegadaian hari ini untuk produk UBS naik menjadi Rp 2.849.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.797.000 per gram. Untuk harga emas produk Antam dibanderol Rp 2.898.000 per gram dari kemarin du angka Rp 2.862.000 per gram.

Sedangkan untuk produk Galeri24 juga naik sebesar Rp 32.000 menjadi Rp 2.788.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 2.756.000 per gram.

Untuk diketahui, emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.

Daftar lengkap harga emas Pegadaian:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.462.000
  • 1 gram: Rp 2.788.000
  • 2 gram: Rp 5.509.000
  • 5 gram: Rp 13.671.000
  • 10 gram: Rp 27.270.000
  • 25 gram: Rp 67.806.000
  • 50 gram: Rp 135.505.000
  • 100 gram: Rp 270.877.000
  • 250 gram: Rp 675.529.000
  • 500 gram: Rp 1.351.056.000
  • 1.000 gram: Rp 2.702.112.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.501.000
  • 1 gram: Rp 2.898.000
  • 2 gram: Rp 5.734.000
  • 3 gram: Rp 8.575.000
  • 5 gram: Rp 14.258.000
  • 10 gram: Rp 28.458.000
  • 25 gram: Rp 71.014.000
  • 50 gram: Rp 141.946.000
  • 100 gram: Rp 283.810.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.540.000
  • 1 gram: Rp 2.849.000
  • 2 gram: Rp 5.653.000
  • 5 gram: Rp 13.968.000
  • 10 gram: Rp 27.790.000
  • 25 gram: Rp 69.339.000
  • 50 gram: Rp 138.393.000
  • 100 gram: Rp 276.677.000
  • 250 gram: Rp 691.488.000
  • 500 gram: Rp 1.381.353.000.

Pemimpin Tertinggi Iran Bahas Uranium, Harga Emas Dunia Jatuh

Harga emas dunia turun sekitar 1% pada perdagangan Kamis setelah kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), sekaligus mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Mengutip CNBC, Jumat (22/5/2026), harga emas di pasar spot tercatat turun 1% menjadi USD 4.500,07 per ounce. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 0,7% ke posisi USD 4.502,90 per ounce.

Padahal sehari sebelumnya, harga emas sempat menguat lebih dari 1% selama sesi perdagangan AS setelah sebelumnya menyentuh titik terendah sejak 30 Maret.

Kenaikan harga minyak sendiri mencapai lebih dari 2% setelah dilaporkan Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan arahan agar uranium negara tersebut yang mendekati tingkat kualitas senjata tidak dikirim ke luar negeri.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan ketidakpastian mengenai negosiasi antara Iran dan AS masih menjadi perhatian utama pasar.

"Pada dasarnya, semuanya masih terkait dengan negosiasi antara Iran dan AS. Dalam konteks tersebut, muncul ketidakpastian apakah kesepakatan bisa tercapai atau tidak, dan situasi itu membuat kenaikan harga minyak semakin menekan emas," ujar Staunovo.

Harga Emas Turun 15% Sejak Perang Iran Lawan AS

Arahan yang dikeluarkan Ayatollah Mojtaba Khamenei disebut dapat memperburuk hubungan dengan Presiden AS Donald Trump dan mempersulit pembicaraan terkait upaya mengakhiri perang antara AS-Israel dan Iran.

Sejak perang dimulai pada akhir Februari, harga emas tercatat turun lebih dari 15%. Konflik tersebut juga mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Gangguan di wilayah tersebut turut mendorong kenaikan harga energi sekaligus memperbesar kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.

Di sisi lain, dolar AS mengalami penguatan. Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan menggunakan dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga kembali meningkat. Kenaikan ini membuat biaya peluang untuk memegang emas semakin tinggi karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.

Read Entire Article
Bisnis | Football |