Magang Nasional Diperkuat, Peserta Dapat Sertifikasi

11 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat Program Magang Nasional sebagai salah satu upaya menyiapkan generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja. Program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja langsung, tetapi juga meningkatkan kompetensi peserta melalui pembelajaran di lingkungan profesional dan sertifikasi keahlian.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan tantangan dunia kerja ke depan akan semakin kompleks. Menurut dia, perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman kerja, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman mengenai budaya kerja.

“Persaingan dunia kerja ke depan akan semakin penuh tantangan. Karena itu, program Magang Nasional menjadi wadah untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan diri,” ujar Yassierli, Jumat (22/5/2026).

Dia menjelaskan Program Magang Nasional dirancang agar peserta memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus memahami berbagai aspek dunia profesional, termasuk tata kelola pekerjaan, produktivitas, dan budaya kerja.

Menurut Yassierli, peserta juga didorong memanfaatkan masa magang secara maksimal dengan aktif menggali pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.

Pengembangan Soft Skill

Selain pengalaman praktik langsung, peserta magang juga mendapatkan peningkatan kompetensi baik dari sisi teknis maupun nonteknis.

Kemampuan nonteknis atau soft skill yang dikembangkan antara lain komunikasi, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, hingga profesionalisme yang dinilai semakin dibutuhkan oleh perusahaan.

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga menyediakan program sertifikasi kompetensi bagi peserta magang.

Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi peserta saat bersaing di pasar kerja.

“Silakan dimanfaatkan sertifikasi kompetensi sebagai bonus di akhir program. Pilih yang paling relevan dengan bidang yang dikerjakan selama magang,” kata Yassierli.

Dalam program ini, tersedia sekitar 15 hingga 30 pilihan workshop sertifikasi yang dapat dipilih sesuai bidang dan kebutuhan masing-masing peserta.

SDM Kompeten

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan program magang menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja.

Menurut dia, program ini juga mendorong penguatan kemampuan nonteknis yang akan menjadi modal penting bagi peserta dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

Ia menilai keterampilan seperti komunikasi, disiplin, dan profesionalisme kini menjadi kebutuhan penting di berbagai sektor industri.

Di sisi lain, Kemnaker memastikan evaluasi dan penyempurnaan Program Magang Nasional akan terus dilakukan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sebagai informasi, pelepasan peserta Program Magang Nasional Tahap II secara nasional dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026 dan akan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Read Entire Article
Bisnis | Football |