Prabowo Resmikan 5 Bendungan Senilai Rp 9,79 Triliun

5 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang tersebar di Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah, dan Bali. Kelima bendungan tersebut merupakan investasi pemerintah senilai sekitar Rp 9,79 triliun yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, penyediaan air baku, energi, serta pengendalian banjir di berbagai daerah.

Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada Jumat (10/7/2026).

Prabowo mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan lima bendungan yang membutuhkan waktu, biaya, serta sumber daya yang besar.

"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp 9,79 triliun," kata Prabowo.

Presiden juga memberikan apresiasi kepada para pemimpin sebelumnya yang telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

“Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa. Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikir lah untuk bangsa, berpikir lah untuk rakyat, berpikir lah untuk kebaikan semua. Berpikir lah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia,” ucap Prabowo.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur seperti bendungan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai sektor.

Lima Bendungan Dukung Irigasi hingga Pengendalian Banjir

Lima bendungan yang diresmikan memiliki kapasitas tampungan dan fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Kelima bendungan tersebut meliputi:

  1. Bendungan Meninting, Lombok Barat, NTB, dengan kapasitas tampungan 9,91 juta meter kubik dan luas genangan 46,16 hektare.
  2. Bendungan Keureuto, Aceh Utara, Aceh, berkapasitas 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare.
  3. Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Aceh, memiliki kapasitas 128,65 juta meter kubik dan luas genangan 700 hektare.
  4. Bendungan Jlantah, Karanganyar, Jawa Tengah, berkapasitas 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan 50 hektare.
  5. Bendungan Sidan, Gianyar, Bali, memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik dan luas genangan 37,15 hektare.

Secara keseluruhan, lima bendungan tersebut akan mendukung layanan irigasi seluas 39.540 hektare serta menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik.

Selain itu, bendungan juga berfungsi membantu pengendalian banjir di wilayah hilir serta mendukung penyediaan energi.

Dibangun Sejak 2015 untuk Dukung Ketahanan Nasional

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjelaskan pembangunan lima bendungan tersebut berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu 2015 hingga 2025.

Menurutnya, pembangunan bendungan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi penguatan kedaulatan bangsa.

“Melalui lima bendungan ini, Bapak, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita Bapak, khususnya terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air,” kata Dody.

Ia menambahkan keberadaan bendungan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian melalui peningkatan layanan irigasi, menjamin ketersediaan air baku bagi masyarakat, serta mendukung ketahanan energi dan pengendalian banjir.

Pembangunan lima bendungan ini juga menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperluas infrastruktur sumber daya air di berbagai wilayah Indonesia. Dengan bertambahnya kapasitas tampungan air nasional, pemerintah berharap ketahanan pangan semakin kuat, risiko bencana banjir dapat ditekan, dan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara lebih berkelanjutan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |