Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Menkeu Purbaya Bakal Naikkan Harga BBM?

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan belum memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Meskipun, harga minyak mentah dunia melambung hingga USD 100 per barel.

Kenaikan minyak mentah dunia imbas perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran saat ini disebut belum langsung berpengaruh ke beban subsidi yang ditanggung APBN. Sehingga, Purbaya mengaku belum akan berpengaruh ke harga BBM Subsidi.

"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk merubah subsidi BBM dalam pengertian naikin harga BBM. Karena kita lihat seperti apa kondisinya. Nanti kalau setelah sebulan semuanya berubah, kita akan evaluasi," ungkap Purbaya, di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Dia menjelaskan, saat ini masih harus memantau pergerakan harga minyak dunia dalam satu bulan kedepan. Kemudian, memperhatikan dampaknya pada beban terhadap kas negara.

Purbaya mengatakan, fluktuasi harga minyak mentah dunia saat ini masih dalam kisaran yang aman. Mengingat lagi, Indonesia Crude Price (ICP) ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar USD 70 per barel.

"Jadi kita lihat apakah itu bagus atau jelek ke ekonomi. Tapi sekarang belum saatnya ngambil keputusan, karena ruangnya masih cukup," tegas dia.

Tak Mau Buru-buru

Purbaya menjelaskan lagi, kenaikan harga minyak mentah dunia sebenarnya akan meningkatkan beban APBN. Hanya saja, hitungan pemerintah dilakukan dalam rentang satu tahun.

"Akan naik otomatis, tapi asumsi kita setahun penuh. Kalau sekarang USD 100 (per barel), habis itu jatuh ke USD 50, rata-ratanya kan bisa sama dengan yang kemarin. Jadi jangan terlalu cepat-cepat, oh adjust ini adjust itu, kita lihat kondisi seperti apa," kata dia.

Purbaya lagi-lagi meminta masyarakat percaya pada kebijakan yang diambil pemerintah. Apalagi, kenaikan harga minyak dunia bukan hanya saat ini dihadapi.

"Nanti setelah sebulan kita prediksi, harga minyak seperti apa, sehingga kita bisa ngambil kebijakan yang pas. Anda percaya aja, saya cukup pinter kok. Kita udah ngalamin harga minyak tinggi beberapa kali, kan banyak. Nggak hancur negaranya kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas," tutur Purbaya.

APBN Tambal Beban

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kas negara belum terbebani oleh kenaikan harga minyak dunia. Meskipun, harga minyak dunia sempat tembus ke USD 100 per barel.

Kenaikan harga minyak dunia disebabkan oleh memanasnya perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Purbaya memastikan APBN akan menjadi bantalan ke ekonomi Tanah Air.

"Nanti kalau harga minyak dunia naik pun, kita akan coba absorb lewat APBN, dan kita akan mengendalikan semaksimal mungkin," kata Purbaya, di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Masih Pantau Harga Minyak Dunia

Dia mengaku saat ini masih akan memantau lebih lanjut pergerakan harga minyak dunia tadi. Setidaknya, melihat pergerakannya dalam satu bulan kedepan sebelum mengambil keputudan dengan penggunaan APBN.

"Nanti kita evaluasi secara menyeluruh. Tapi yang jelas, kita akan pastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu. Dan Sekarang kan ekonomi masih ekspansi, kan? Saya belum melihat gangguan dari aktivitas ekonomi dalam negeri gara-gara harga yang naik tinggi, tapi kan baru sebentar," ujarnya.

"Jadi, teman-teman yang lain jangan cepat-cepat memastikan atau menyimpulkan harga akan USD 100 terus. Bahkan ada yang bilang menuju USD 150, dan kita anggarannya akan gak kuat. Kita akan ases terus dari waktu ke waktu. Hitungan kita kan berubah terus sesuai dengan keadaan," sambung Purbaya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |