China Kembali Jadi Negara dengan Miliarder Terbanyak di Dunia, Lampaui AS

14 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - China kembali menjadi negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia. Posisi ini berhasil direbut kembali dari Amerika Serikat (AS) setelah lonjakan pasar saham global dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu lahirnya banyak orang super kaya baru.

Hal tersebut terungkap dalam laporan terbaru Hurun Global Rich List yang dirilis Hurun Group

Dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (7/3/2026), dalam laporan tersebut disebutkan bahwa saat ini terdapat 1.110 miliarder yang tinggal di China dari total 4.020 miliarder di seluruh dunia. Jumlah tersebut membuat China kembali melampaui Amerika Serikat dalam daftar tahunan orang terkaya dunia.

China juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan tambahan 287 miliarder baru dibandingkan laporan tahun sebelumnya. Angka tersebut bahkan mampu menutup penurunan jumlah miliarder yang terjadi selama tiga tahun terakhir.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) turut mendorong lahirnya miliarder baru di China. Dua nama yang muncul dari sektor ini adalah Yan Junjie, pendiri MiniMax dengan kekayaan sekitar USD 3,6 miliar, serta Liu Debing, pendiri Knowledge Atlas Technology JSC atau Zhipu dengan kekayaan sekitar USD 1,2 miliar.

AI dan Pasar Saham Dorong Rekor Baru Miliarder Dunia

Ketua sekaligus peneliti utama Hurun Group, Rupert Hoogewerf, mengatakan bahwa kekayaan global kini semakin terkonsentrasi di tangan segelintir orang.

“Konsentrasi kekuatan ekonomi terus berlanjut. Jumlah miliarder mencapai rekor dunia, terutama didorong lonjakan pasar saham global, dengan AI sebagai motor utama, serta ekspansi bisnis China ke pasar global,” kata Hoogewerf.

Dalam daftar tersebut, Elon Musk menempati posisi orang terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai USD 792 miliar. Ia menjadi orang pertama dalam sejarah yang berhasil melampaui kekayaan USD 700 miliar.

Di posisi kedua terdapat pendiri Amazon Jeff Bezos dengan kekayaan sekitar USD 300 miliar, diikuti oleh pendiri Alphabet Larry Page dengan kekayaan USD 281 miliar.

Secara global, jumlah miliarder bertambah 578 orang dalam satu tahun terakhir. China, termasuk wilayah daratan, Hong Kong, Makau, dan Taiwan, menyumbang sekitar setengah dari miliarder baru tersebut.

AS dan India Ikuti di Belakang, Banyak Miliarder China Pindah ke Asia Tenggara

Setelah China, Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan 1.000 miliarder, meningkat 130 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu India menempati posisi ketiga dengan 308 miliarder, bertambah 24 orang. Posisi keempat ditempati Jerman dengan 171 miliarder, yang kini melampaui Inggris.

Laporan tersebut juga mencatat fenomena menarik: terdapat 42 miliarder yang lahir di China namun kini tinggal di Asia Tenggara, terutama di Singapura, Filipina, dan Indonesia, serta sebagian lainnya di Amerika Serikat.

Hurun juga menyoroti perubahan besar dalam dinamika penciptaan kekayaan global. Lebih dari 70 persen miliarder yang masuk daftar tahun ini tidak muncul dalam daftar satu dekade lalu, menunjukkan betapa cepatnya perubahan ekonomi dunia.

Secara global, 114 miliarder berasal dari perusahaan berbasis AI, dengan 46 orang di antaranya baru pertama kali masuk daftar. Hal ini menjadikan AI sebagai sektor terbesar yang menciptakan miliarder baru.

Kota dengan Miliarder Terbanyak dan Lonjakan Kekayaan Elon Musk

Dilihat dari kota tempat tinggal, New York masih menjadi kota dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, yakni 146 orang, meningkat 17 dari tahun sebelumnya.

Namun kota teknologi Shenzhen di China melonjak ke posisi kedua dengan 132 miliarder, setelah menambah 47 orang baru. Posisi berikutnya ditempati Shanghai, Beijing, dan London.

Sementara itu Hong Kong memiliki 88 miliarder, meningkat 14 orang dibandingkan tahun lalu. Pengusaha senior Li Ka-shing bersama putra sulungnya Victor Li Tzar-kuoi tercatat berada di posisi ke-54 dalam daftar tersebut.

Di China sendiri, sekitar tiga perempat miliarder saat ini belum muncul dalam daftar 10 tahun lalu, menandakan cepatnya pertumbuhan kekayaan baru.

Sektor industri manufaktur menjadi penyumbang terbesar miliarder baru dengan lebih dari 80 orang, disusul sektor semikonduktor yang melahirkan 18 miliarder baru, seiring dorongan China untuk mencapai kemandirian teknologi chip.

Sektor kesehatan juga melahirkan 28 miliarder baru, dipimpin oleh Au Yat-Gai dari Regencell Bioscience dengan kekayaan sekitar USD 13 miliar. Sementara sektor energi menyumbang 19 miliarder baru, terutama dari industri baterai kendaraan listrik.

Rata-rata Usia

Rata-rata usia para miliarder dalam daftar ini adalah 65 tahun.

Sementara itu, Elon Musk (54) kembali menyandang gelar orang terkaya dunia untuk kelima kalinya dalam enam tahun terakhir. Kekayaannya melonjak 89 persen menjadi USD 792 miliar, didorong oleh kenaikan tajam saham Tesla serta persiapan SpaceX untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) terbesar dalam sejarah.

Bahkan, sejak mundur dari peran penasihatnya di pemerintahan Donald Trump sekitar enam bulan lalu, kekayaan Musk tercatat bertambah hampir USD 500 miliar.

Read Entire Article
Bisnis | Football |