Pemerintah Mau Bangun 13 GW PLTS Desa di Indonesia

8 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas besar. Usulannya, PLTS dibangun dengan kapasitas 100 gigawatt (GW) di desa-desa di Indonesia.

Rosan mengatakan, pada tahap awal disepakati untuk memprioritaskan pembangunan PLTS desa sebesar 13 GW. Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi kurang lebih dari usulan tadi awal 100 gigawatt, mungkin ada 13, dari 100 GW jadi 13 GW terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (6/3/2026).

Dia menjelaskan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menindaklanjutinya. Rosan bilang, Danantara telah memiliki PLTS desa yang bisa jadi contoh.

Yakni, PLTS desa yang ada di kawasan Sumenep, Jawa Timur dengan kapasitas 1 megawatt (MW). Harapannya, proyek tersebut bisa direplikasi di daerah lainnya.

"Danantara sudah ada satu prototipe untuk pembangunan PLTS ini di daerah Sumenep yang kebetulan baru selesai sebesar 1 MW. Nah itu juga prototipe itu akan ditinjau akan dilihat langsung oleh tim baik ESDM dan juga Mendikti untuk kemudian itu bisa di roll out," tutur dia.

Cari Pendanaan

Soal pendanaannya, Rosan mengatakan Presiden meminta dia mengkajin berbagai opsim termasuk adanya keterlibatan investasi asing maupun swasta nasional.

"Memang dari Bapak Presiden memberikan arahan agar bisa pembangunan ini dengan beberapa opsi pendanaan yang diminta untuk kami melihat dan mempelajarinya seutuhnya," ujar dia.

Salah satu perhatiannya, yakni investor yang memiliki kemampuan dari aspek teknologi PLTS. "Baik dalam negeri maupun dengan pihak swasta yang punya teknologi dan mempunyai kemampuan dari segi solar (panel) dan baterainya," imbuh Rosan.

Pengembangan PLTS

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan mandiri energi melalui pemanfaatan energi surya dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia. Target ambisius ini diharapkan dapat tercapai dalam lima tahun ke depan.

Prabowo menekankan bahwa kemandirian energi menjadi prioritas nasional, seiring dengan upaya mewujudkan mandiri pangan dan mandiri air.

"Saudara-saudara ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel surya," jelas dia dalam peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip Selasa (13/1/2026).

"Kita akan listrik-fikasi sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri. Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita. Kita harapkan dalam 5 tahun kita bisa mencapai ini," tambah presiden.

Pengembangan energi surya menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor energi. Dengan potensi sinar matahari yang melimpah, energi terbarukan dinilai mampu menjadi tulang punggung sistem energi nasional di masa depan.

Swasembada Beras Jadi Contoh

Presiden Prabowo menegaskan, apabila target mandiri energi dalam lima tahun belum sepenuhnya tercapai, pemerintah tetap akan melanjutkan upaya tersebut hingga tahun keenam atau ketujuh.

"Kalau tidak, tahun ke-6, tahun ke-7, yang penting kita harus menuju ke situ. Tetapi, siapa tahu dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat," ujar Prabowo.

Ia kemudian mencontohkan keberhasilan pemerintahannya dalam mencapai swasembada beras lebih cepat dari target awal. Prabowo menyebut, swasembada yang semula ditargetkan tercapai pada tahun keempat, justru berhasil diwujudkan dalam waktu sekitar satu tahun.

"Ternyata kita berhasil dalam 1 tahun. Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapa pun. Ini hasil kerja keras daripada tim kita, dari sinergi Kabinet yang saya pimpin, K/L-K/L bekerja sama, semuanya. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal," kata Presiden Prabowo.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, menjadi modal optimisme untuk mewujudkan kemandirian di sektor energi.

Read Entire Article
Bisnis | Football |